Minggu, 04 Oktober 2015

Alamtologi dan Metodologi Ilmu Pengetahuan

alamtologi
Alamtologi memiliki metodologi dan aturan yang berbeda dengan ilmu konvensional saat ini yang dominan di dunia saat ini. Persamaan dalam aturan dan metodologi sering dijadikan sebagai acuan untuk menerima sesuatu yang baru oleh banyak ilmuwan konvensional. Dengan demikian, ketika terdapat perbedaan dalam aturan dan metodologi, maka suatu hal atau pemikiran akan dianggap salah dan cenderung ditolak. Apa yang mereka fikir salah berdasarkan aturan dan metologi mereka akan selalu salah. Padahal sebenarnya, bisa jadi ada pemahaman pihak lain yang berbeda dari mereka, sebagaimana yang terjadi pada disiplin ilmu ini.
Kesamaan pandangan akan bisa terjadi apabila kita mau terbuka untuk menemukan kesamaan antara semua perbedaan, dan mencoba memahami semua sudut pandang ketika kita mencoba untuk memahami sesuatu atau ketika kita menerima sebuah informasi yang baru. Ketika kita mempelajari ALAMTOLOGI, kita diajarkan untuk tidak hanya fokus pada satu aspek saja, tetapi justru harus menggali semua aspek yang berkaitan dengan topik tersebut.
Hal ini berbeda dengan pemahaman konvensional yang memandang perlunya spesifikasi, sehingga ketika kita mempelajari matematika misalnya, maka kita fokus di bidang saja sampai menjadi expert, namun kita buta akan berbagai hal di luar matematika. Hal seperti ini tentu akan membatasi pertimbangan kita, karena sejatinya dunia ini sangatlah kompleks.
Perbedaan aturan dan metodologi ini kemudian memberikan sudut pandang yang berbeda, sehingga apa yang dipandang sebagai sebuah kebenaran dalam bidang konvensional, belumlah tentu benar dalam sudut pandang alamtologi.
Salah satu hal yang bisa dijadikan sebagai contoh adalah pandangan Mengenai Zat Berbahaya Pada metodologi konvensional dikenal adanya beberapa jenis zat yang berbahaya bagi tubuh manusia, sementara menurut alamtologi tidak dikategorikan zat berbahaya.
Beberapa zat yang dianggap berbahaya dalam susut pandang konvensional sehingga tidak boleh dikonsumsi antara lain:
  • AgNO3 (Silver Nitrat) 
  • HCl (Asam Klorida) 
  • H2S (Hidrogen Sulfida)
  • H2SO4 (Asam Sulfat)
  • NaOH (Soda Api) 
  • NH3 (amoniak) 
  • Lain-lain... 
Alamtologi menyatakan: Zat-zat di atas adalah zat yang DIBUTUHKAN dalam jumlah tertentu oleh sistem tubuh manusia karena membantu menghaluskan proses dan akan mempengaruhi tubuh jika salah satu unsur / materi yang hilang dari siklus tubuh manusia. Alamtologi TIDAK AKAN menolak penggunaan suatu zat SELAMA DIKONSUMSI TIDAK MELEBIHI JUMLAH YANG DIBUTUHKAN OLEH TUBUH MANUSIA. Ini berarti bahwa yang dilihat adalah jumlah zat yang konsumsi, bukan masalah berbahaya atau tidak.
Pada hakikatnya, segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tentu akan membahayakan tubuh. Bahkan, apa yang diyakini sebagai obat-obatan di dunia medispun pada dasarnya SANGAT BERBAHAYA bila dikonsumsi melebihi kebutuhan DAN AKAN MENYEBABKAN OVER DOSIS YANG BISA MEMBAWA PADA KEMATIAN.
Contoh yang lebih sederhana, bila kita mengkonsumsi sesuatu (makanan) lebih dari yang bisa perut kita tangani, maka kita akan muntah sebagai rekasi tubuh untuk mengeluarkan zat yang membahayakan tubuh. Namun hal ini juga TIDAK berarti bahwa makanan yang diambil adalah buruk atau berbahaya, namun lebih pada masalah tingkat konsumsi secara keseluruhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar